Rancang bangun penerangan jalan umum berbasis pembangkit listrik tenaga sampah

Authors

  • Qory Hidayati politeknik negeri balikpapan
  • Danar Retno Sari Politeknik Negeri Balikpapan
  • Rey Adam Kuthy Politeknik Negeri Balikpapan

Keywords:

Penerangan Jalan, Peltier, Inverter, Sensor Photocell, Accu

Abstract

Selama ini sampah selalu dianggap sebagai masalah yang lazim ditemukan di wilayah perkotaan. Secara umum sampah dibedakan manjadi 2 jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Perkembangan teknologi alternatif yang semakin maju memberikan solusi pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik. Dengan memanfaatkan pengolahan sampah rumah tangga seperti kertas, plastik dan daun daun kering menjadi sumber energi terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi solusi untuk membantu permasalahan penerangan jalan dan dapat meminimalisir jumlah sampah pemukiman. Sistem lampu penerangan jalan menggunakan tenaga sampah terdiri dari komponen modul Peltier Thermoelectric. Komponen Peltier tersebut akan mengkonversikan elemen suhu panas dari pembakaran sampah tersebut menjadi energi listrik. Energi ini akan disimpan pada suatu baterai/Accu. Pada malam hari digunakan untuk menghidupkan lampu penerangan jalan. Dengan sistem kontrol pengisian baterai (Solar Charge Controller), sistem akan bekerja untuk menyalakan dan menghidupkan lampu. Komponen peltier yang digunakan ini di rancang dengan melakukan kombinasi perancangan rangkaian seri untuk mendapatkan besar tegangan dari rangkaian peltier tersebut. Selain peltier, komponen lain yang digunakan pada penelitian ini adalah, Solar Charge Controller, Inverter, Baterai/Accu, Miniatur Circuit Breaker (MCB), dan sensor Photocell. Hasil dari uji coba menunjukkan sistem pembangkit listrik tenaga sampah yang dibuat telah bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Lima peltier dengan kombinasi susunan 5 seri dan komponen pendukung lainnya, telah berhasil menghasilkan listrik yang bisa digunakan untuk mengisi Baterai/Accu 12 Volt 5 Ah. Perolehan energi listrik dari komponen peltier ini dengan menyusun peltier dengan rangkaian seri  mendapatkan tegangan sebesar 15 Volt. Energi terbarukan ini bisa menjadi solusi untuk membantu permasalahan tentang penerangan jalan di jalan yang akses penerangannya masih kurang dan juga dapat meminimalisir jumlah sampah dengan melakukan pembakaran pada sampah. PLTSa ini bisa menjadi solusi dan edukasi bagi warga di daerah daerah yang akses penerangan jalannya masih kurang. PLTSa ini juga akan mengurangi dampak dari suatu permasalahan sampah rumah tangga. Dengan memanfaatkan panas dari sampah yang dibakar tersebut dapat dikonversikan menjadi energi listrik.

 

 

References

Ramadhan, E. B., & Sudarti, S. (2021). PEMANFAATAN POTENSI SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER ENERGY LISTRIK MENGGUNAKAN TEKNIK THERMAL CONVERTER. TESLA: Jurnal Teknik Elektro, 23(2), 124-133.

Samsinar, R., & Anwar, K. (2018). Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kapasitas 115 Kw (Studi Kasus Kota Tegal). eLEKTUM, 15(2).

Sepriona, Tatik, and Nurhalim Nurhalim. "Analisis Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (Pltsa) Kota Pekanbaru Ditinjau Dari Aspek Ekonomi Teknik." Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains 6 (2019): 1-6

Legino, S. (2016). Inisiatif Listrik Kerakyatan yang Ramah Lingkungan: Solusi Masalah Sampah Perkotaan Solusi Pasokan Listrik Daerah Terpencil. Jakarta: Penerbit Jurusan Teknik Mesin STT-PLN.

C. Alaoui, “Peltier thermoelectric modules modeling and eva-luation,”International Journal of Engineering (IJE), vol. 5,no. 1, p. 114, 2011.

M. Nesarajah dan G. Frey, “Thermoelectric power generation:Peltier element versus thermoelectric generator,” inIECON2016-42nd Annual Conference of the IEEE Industrial Electro-nics Society. IEEE, 2016, pp. 4252–4257.

M. Liao, Z. He, C. Jiang, Y. Li, F. Qiet al., “A three-dimensional model for thermoelectric generator and the influ-ence of peltier effect on the performance and heat transfer,”Applied Thermal Engineering, vol. 133, pp. 493–500, 2018

Batu, Klisman Lumban, Yudi Dermawan, and Istianto Rahardja. "PEMANFAATAN PANAS BUANG BOILER MINI MENJADI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN PELTIER ELEMENT (PE)." Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi (2020): 63-70

E. Chaturvedi dan V. Mamtani, “An investigative methodolo-gy through solid modelling and numerical analysis for desig-ning a thermo-electric generator system,”Journal of ThermalEngineering, vol. 6, no. 2, pp. 99–113, 2019.

S. A. Sasmita, M. T. Ramadhan, M. I. Kamal, dan Y. Dewanto,“Alternatif pembangkit energi listrik menggunakan prinsip ter-moelektrik generator,”TESLA: Jurnal Teknik Elektro, vol. 21,no. 1, pp. 57–61, 2019

Ohnuma, Y., Matsuo, M., & Maekawa, S. (2017). Theory of the spin Peltier effect. Physical Review B, 96(13), 134412.

M. I. Sutjahja, “Penelitian bahan termoelektrik bagi aplikasikonversi energi dimasa datang,”Jurnal Maerial dan EnergiIndonesia, vol. 1, no. 1, 2010.

S. Anwar, S. P. Sariet al., “Generator mini dengan prinsip ter-moelektrik dari uap panas kondensor pada sistem pendingin,”Jurnal Rekayasa Elektrika, vol. 10, no. 4, pp. 180–185, 2013.

Yuniar, R., & Santosa, J. J. P. (2021). Metode Insinerasi Pada Fasilitas Pengolahan Sampah Di Jakarta Timur. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 3(2), 3165-3176

A. Adriani, “Analisis teknologi pembangkit listrik biomassapada sistem pencahayaan peternakan ayam di desa borima-tangkasa kec. bajeng barat,”VERTEX ELEKTRO, vol. 11,no. 2, pp. 40–51, 2019.

Published

2024-03-21

Issue

Section

Articles